Ombudsman meminta Inspektorat untuk menyelidiki guru di Medan dengan dugaan Pungli calon siswa

  • Whatsapp

Medan – Sebuah video viral yang berisi rekaman percakapan seorang guru SMA Negeri di Medan, Sumatera Utara (Sumatera Utara), diduga memungut pungutan liar (pemerasan) kepada orang tua calon siswa. Ombudsman meminta Inspektorat Provinsi Sumut mengusut kasus tersebut.
“Ini menegaskan dugaan ada mainan di sana. Jadi saya minta inspektorat menindaklanjuti kasus ini,” kata Abedi Sirgar, Kepala Kantor Ombudsman RI di Sumut. , wartawan.

Read More

Abedi mengajukan petisi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumut untuk mengusut dugaan tindak pidana pemerasan. Menurutnya, kasus ini merusak pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru di Sumut.

Abedi juga menyerukan penyelidikan penuh atas masalah ini. Menurutnya, kasus ini bisa menjadi awal pengungkapan praktik yang sama di tempat lain.

Abidi menjelaskan, “Kasus ini dapat menjadi awal dari penyelidikan lebih lanjut tentang praktik suap yang berada di balik persetujuan Otoritas Perlindungan Konsumen. Oleh karena itu, semua yang terkait harus diselidiki.”

Seorang guru viral yang tidak bermoral diduga memeras orang tua calon siswa
Sebelumnya diberitakan video klip yang berisi rekaman percakapan tentang dugaan pemerasan terhadap orang tua calon siswa yang viral terjadi di Maidan. Para guru yang tidak bermoral dikatakan telah meminta 10 juta rupee untuk menyetujui seorang siswa potensial.

Video yang dilihat detikcom, Rabu (14/7), memperlihatkan wajah seorang pria bernama guru di SMA Negeri. Orang ini disebut guru pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes).

Dalam video tersebut, terdengar seorang perempuan mempertanyakan penyerahan biaya administrasi masuk sekolah oleh oknum guru. Wanita tersebut disebut sebagai ibu dari calon mahasiswa tersebut.

“Ini ibu (nama) yang saya panggil tadi, saya menanyakan tentang biaya administrasi yang saya sebutkan di atas, sekitar 10 juta rupiah Pak,” kata ibu calon siswa itu.

Mengikuti suara seorang wanita, seorang pria bernama Guru yang Tidak Bermoral terdengar. Suara pria itu meminta wanita itu untuk langsung pergi ke sekolah untuk membahas masalah tersebut.

Terkait dugaan pemerasan ini, Gubernur Sumut (Jobsu), Eddy Rahmiadi, menanggapi dengan tegas. Dia bertanya apakah ada tanda-tanda pemerasan, meminta untuk memecat gurunya.

“Ya dipecat, guru kencing berdiri, murid kencing sambil lari,” kata Eddy kepada wartawan di rumah dinas Gopso Medan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *