Lambatnya Pertumbuhan Industri Pariwisata Indonesia

  • Whatsapp
Lambatnya Pertumbuhan Industri Pariwisata Indonesia
Lambatnya Pertumbuhan Industri Pariwisata Indonesia

Parsaya.com – Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak pulau, Diantara pulau-pulau tersebut memiliki banyak tempat wisata yang cukup populer dan sangat menarik untuk dikunjungi. Pulau-pulau yang ada di Indonesia letak geografisnya diapit oleh dua benua yakni benua asia dan australia.

Walaupun indonesia memiliki banyak tempat wisata yang sangat bagus untuk dikunjungi, Diantaranya wilayah pedalaman yang sangat indah,Ragam budaya dan sejarah yang menarik, pantai-pantai, kehidupan malam (Jakarta dan Bali), serta banyak lagi tempat-tempat yang menarik lainnya. Namun, negara Indonesia gagal untuk menarik jumlah turis atau wisatawan asing yang sangat besar.

Pada tahun 2015 Memang benar bahwa Indonesia mungkin mencapai targetnya untuk menyambut 10 juta turis asing, Tetapi angka ini jauh lebih rendah dari jumlah turis yang mengunjungi parawisata . Negara tetangga seperti Singapura (15 juta) atau Malaysia (27 juta).

Hal inilah yang menjadi pertanyaan kenapa pertumbuhan disektor pariwisata yang ada di negara Indonesia menjadi terlambat. Apa yang menjadi kendala atau hambatan? Padahal pariwisata yang ada di Indonesia tidak kalah menarik dan memukau.

Hambatan Terhadap Pertumbuhan Industri Pariwisata

Lambatnya Pertumbuhan Industri Pariwisata Indonesia

Jawaban kecil terkandang terlintas dalam benak kita (warga negara indonesia) kemungkinan besar Indonesia merupakan negara kepulauan, Sehingga dengan banyaknya pulau di Indonesia membuat pemerintah kesulitan untuk melakukan pengawasan terhadap wilayah teritorial. Selain itu juga didorong isu terorisme yang mengatasnamakan salah satu agama.

Pemerintah Indonesia ingin meningkatkan angka yang saat ini sektor pariwisata Indonesia berkontribusi kira-kira 4% dari total perekonomian. Pada tahun 2019 pemerintah Indonesia menargetkan dua kali lipat menjadi 8% dari Produk Domestik Bruto (PDB), Tentunya hal itu sebuah target yang bisa dikatakan ambisius yang mengimplikasikan bahwa dalam waktu 4 tahun kedepan jumlah pengunjung perlu ditingkakan dua kali lipat menjadi kira-kira 20 juta.

Dalam upaya pencapaian target ini, Pemerintah akan berfokus pada perbaikan infrastruktur, Termasuk infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, akses, kesehatan & kebersihan serta meningkatkan kampanye promosi online (marketing) di luar negeri. Bahkan Pemerintah di tahun 2015 telah merevisi kebijakan akses visa gratis.

Penting untuk industri pariwisata Indonesia supaya lebih meningkatkan kontribusinya pada produk domestik bruto (PDB), Karena hal ini akan memicu lebih banyak pendapatan devisa dan dapat diperkirakan dari setiap turis asing menghabiskan rata-rata antara 1.100 dollar AS sampai 1.200 dollar AS per kunjungan.

Bahkan sebagian dari turis ada yang menyediakan kesempatan kerja untuk masyarakat Indonesia (data ini diambil berdasarkan data terakhir dari Badan Pusat Statistik, mencatat di negara ini pengangguran mencapai 5,81% di Februari 2015). Diperkirakan bahwa hampir 9% dari total angka pekerja nasional dipekerjakan di sektor pariwisata.

Dengan diberikannya tambahan akses bebas visa ke Indonesia oleh pemerintah Indonesia kepada warga dari 45 negara berdasarkan Peraturan Presiden No. 69/2015 tentang Bebas Visa Kunjungan, Merupakan sebuah terobosan untuk mendongkrak industri pariwisata. Sehingga saat ini ada total 90 negara yang warganya tidak memerlukan visa untuk datang dan tinggal di Indonesia (untuk periode maksimum 30 hari). Lalu, Pemerintah juga memperkenalkan peraturan baru tentang Kapal-kapal pesiar dan yacht. Peraturan baru ini menghapuskan kewajiban sabotase untuk kapal-kapal pesiar dan yacht Internasional. tentunya bahwa kapal-kapal pesiar internasional kini bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di lima pelabuhan Indonesia yakni: Tanjung Perak (Surabaya) Tanjung Priok (Jakarta), Belawan (Medan), Soekarno-Hatta (Jakarta) dan and Benoa (Bali).

Demikian informasi mengenai Lambatnya Pertumbuhan Industri Pariwisata Indonesia yang dapat saya sampaikan, Semoga dapat bermanfaat bagi anda yang memerlukan rekomendasi ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *