Sejarah Kitab Sutasoma: Penulis, Isi, dan Asal Mula Bhinneka Tinggal Ika

4 View

parsaya.com/wp-admin – Hallo selamat malam , berjumpa kembali dengan kami di sini kami akan menjelaksan tentang sejarah dari jaman jawa kuno, siap untuk menambah wawasan kalian ! Kitab Sutasoma merupakan karangan Empu Tartular pada abad 14 M. Kakawin Sutasomo merupakan peninggalan dari kerajaan maja pahit.

Kakawih menurut bahasa jawa kuno adalah syair, Kakawin ini ditulis dengan menggunakan bahasa jawa kuno dengan menggunakan aksara bali.

Kitab sutasomo telah ditulis kembali pada tahun 1851 dengan ukuran sebesar 40, 5×3, 5 cm 1. 210 bait dalam 148 pupuh. namun tidak diketahui siapa yang menulis ulang kitab sutasono itu.

kutipan perasa Bhinneka tunggal ika terdapat pada kakawin sutasomo pada pupuh 138 bait 5 yang berbunyikan :

Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa

Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen

Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal Bhinnêka tunggal

ika tan hana dharma mangrwa

Isi kitab sutasono

Kakawin sutasono bertulisksn tentsng ” Mangkang jinatwa kalawan siwatattwa tunggal bhinneka tunggal ika tan hanadharmma mangrwa”. Kitab ini digubah di bawah naungan Sri Ramanggala, gubahan sekitar pada tahun 1356-1359 saat pemerintahan hayam wuruk.

Gubahan tersebuat di anggap sangat penting karena mengandung ide-ide religieus, khususnya tentang agama Budha Mahayan dan agama Siwa.

Kitab Sutasomo Adalah sebuah karya sastra yang unik dan menarik karena di ambil dari cerita tokoh keturunan pandawa telah di ganti menjadi kisah buddgis. Di dalam kitab terdapat kisah perjalanan hidup sutasomo yang berpola cerita hidup buddha dan kisahnya di ambil secara faktual.

Kakawin Sutasomo cenderung memaparkan peringatan tentang timbulnya gejala-gejala pertentangan antara kerton barat (Kusmawardhani/Wikramawardhana) dengan keraton timur (Bhre Wirabhumi) pertantangan antara keturunan hayam wuruk ini malah semakin menjadi hingga pengakibatkan perang yang bertahap perang ini di sebut perang Paregreg.

Kitab sutasomo juga berisikan anjuran agar pertentangan kedua kubu ini di selesaikan dengan cara damai bedasarkan prinsip buddhis yang ideal.

Namun, kitab kakawin sutasomo berfipat mendidik tetapi tidak banyak di gemari di bali hingga sat ini.

Penutup

Nah, jadi itulah penjelasan tentang asal usul bhinneka tunggal ika semboyan bangsa indonesia yang abadi sejak jaman dahulu , kalian juga harus mempelajari moral yang ada pada bhinneka tunggal ika , agar bisa menjadi banggsa indonesial yang bermoral-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *