Budidaya Porang Agar Tak Rugi

8 View

Parsaya.com– Budidaya Porang Agar Tak Rugi, porang adalah umbi-umbian yang dikenal dengan Nama latin Amorphophallus muelleri.

Belum sampai sebulan para petani memulai budidaya porang, belakangan sering mendengar kabar tidak sedap. Karena harga jual porang anjlok, misalnya petani porang di Kabupaten Pangandaran terutama di Kecamatan Langkaplancar mengeluhkan harga jual porang Rp 7.000 per kilogram.


Sebelumnya Petani porang di Madiun juga “mengeluh” karena harga jual melorot tajam. Harga porang dalam bentuk umbi Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kilogram, padahal tahun lalu, harga porang di Madiun yang merupakan sentral porang mencapai Rp 13.000 per kilogram.

Tak kaget, jika satu Petani porang asal Desa Klangon Kecamatan Saradan di Madiun berharap ada patokan harga porang, baik bibit hingga umbi hasil panen. Rugi besar menurutnya, terutama bagi petani pemula karena harga bibit saat beli mahal, sedangkan ketika sudah tiba musim panen harga porang anjlok.


Buat para Petani porang, anjloknya harga jual tidaklah mengejutkan, Ketika seorang seorang Petani mengajak untuk budidaya porang (dengan sistem tumpang sari),banyak yang menolak ajakan tersebut.

Baca Juga : Aparatur Sipil Negara Durhaka Gugat Ibu Kandung

Tetapi ada sebagian Petani yang menanam porang karena sudah siapkan dana dan bibit untuk membuat pabrik rumahan skala kecil. Artinya, Petani akan menjual bentuk tepung. Bukan porang mentah kiloan umbi, seperti yang biasa kebanyakan dijual ke Pasar domestik.

Memang, umbi porang memiliki pasar ekspor seperti Jepang, China, Taiwan, Vietnam, Australia, dan Korea Selatan. Namun di pasar ekspor, namun umbi porang yang diolah harus sudah menjadi tepung agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Budidaya Porang Agar Tak Rugi


Sejatinya tanaman ini sudah lama ada di Tanah Air, biasanya tumbuh di pinggiran hutan. Tetapi sejak 2019 naik daun karena ada Petani yang membudidayakan menjadi kaya karena porang. Kisah suksesnya diangkat media dan televisi.


Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menjadikan porang sebagai komoditas ekspor andalan baru di Tanah Air.

Instruksi tersebut disampaikan Kepala Negara saat mengunjungi pabrik pengolahan porang milik PT Asia Prima Konjac dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, Kamis (19/8)

Kata Presiden, dalam satu hektar lahan dapat menghasilkan 15 hingga 20 ton porang. Selain itu, pada musim tanam pertama para petani dapat menghasilkan hingga Rp 40 juta dalam kurun waktu 8 bulan. “Ini sebuah nilai yang sangat besar, pasarnya juga masih terbuka lebar,” ungkap Presiden.

Baca Disisni : Kembalikan Keperawanan Dukun Muda Viral


Tentu saja, pernyataan ini menambah jumlah Petani Porang yang merasa tergiur untuk melakukan budidaya tanaman tersebut. Benar saja esok harinya harga bibit porang naik, dalam bentuk umbi maupun katak. Bahkan di beberapa tempat mulai langka karna meningatnya permintaan dari berbagai daerah.

Budidaya Porang Agar Tak Rugi

Bisa jadi, semakin banyak petani porang, akan menyebabkan harga jual kian anjlok karena kelebihan produksi dan tidak adanya sistem yang dibangun secara terintegritas dengan baik.

Maka oleh sebab itu, Kementian Pertanian harus menerapkan sistem yang terukur, demi memaksimalkan harga porang untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

PENUTUP

Semoga informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat, terutama bagai para petani yang akan membudidayakan tanaman tersebut untuk meningkatkan ekonomi.


Gallery for Budidaya Porang Agar Tak Rugi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *